Musyawarah Masyarakat Desa Puskesmas Durenan Ungkap Prioritas Masalah Kesehatan, Tekankan Peran Aktif Warga!
Durenan, 25 November 2025 – Puskesmas Durenan, Kabupaten Trenggalek, baru-baru ini sukses menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang melibatkan tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan perwakilan warga dari seluruh wilayah kerjanya. MMD ini bertujuan untuk mendengarkan langsung dan menggali permasalahan kesehatan yang menjadi keresahan utama warga. Hasilnya, ditemukan beberapa isu krusial seperti tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim pancaroba, masih Tingginya angka penyakit tidak menular contohnya : Hipertensi dan Diabetes di 7 wilayah kerja Puskesmas Durenan, serta kurangnya sanitasi dan pengelolaan sampah di beberapa dusun, tidak kalah menarik miss komunikasi petugas di puskesmas induk dalam melayani masyarakat dalam memberikan rujukan ke faskes tingkat lanjut dirasa sulit oleh masyarakat. MMD ini menjadi forum penting untuk memastikan program kesehatan Puskesmas Durenan benar-benar tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Identifikasi Masalah dan Solusi Tepat Sasaran dari Warga
Dalam sesi diskusi yang dinamis, setiap perwakilan desa aktif menyuarakan kondisi kesehatan di lingkungannya. Untuk mengatasi tingginya kasus DBD, solusi yang diusulkan adalah pengaktifan kembali Jumantik (Juru Pemantau Jentik) mandiri di setiap RT dan pengadaan pelatihan alat fogging oleh Puskesmas. Sementara itu, untuk meningkatnya angka kasus penyakit tidak menular (PTM), disepakati bahwa akan diadakan kegiatan PROLANIS (Progam Pengendalian Penyakit Kronis) di setiap desa wilayah kerja Puskesmas Durenan, kegiatan tersebut harus dikemas lebih menarik agar tujuan dan capaian pengendalian penyakit tidak menular (PTM) tidak hanya pada sasaran di puskesmas saja melainkan sasaran yang belum menjadi anggota didesa bisa terbentuk club prolanis, sehingga penyakit tidak menular (PTM) diabetes dan hipertensi bisa dikendalikan. Terkait komunikasi petugas dalam menyampaiakn perubahan informasi terkait rujukan ke faskes lanjutan, memang perlu pembinaan dalam hal cara penyampaian komunikasi yang baik dan benar oleh petugas, dalam hal ini kepala Puskesmas Durenan mengambil kebijakan untuk seluruh karyawan dilakukan pelatihan komunikasi atau persobal branding dengaan tenaga yang lebih profesional. Puskesmas Durenan menyambut baik usulan ini, menegaskan bahwa kolaborasi antara petugas kesehatan dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan program kesehatan di tingkat desa.
Penentuan Prioritas Masalah untuk Dibawa ke Tingkat Kecamatan
Setelah mengidentifikasi berbagai masalah dan solusi yang ditawarkan, tim fasilitator Puskesmas bersama perwakilan desa melakukan penentuan prioritas. Berdasarkan tingkat urgensi, dampak luas, dan potensi keberhasilan penanggulangan, dua masalah utama disepakati untuk dibawa dan diangkat dalam Musrenbang di tingkat kecamatan:
Pembentukan Club PROLANIS (Progaram Pengendalian Penyakit Kronis) Disetiap desa wilayah kerja Puskesmas Durenan. dalam hal ini targetnya adalah pengendalian penyakit Diabetes dan Hipertensi
Miss Komunikasi petugas dengan masyarakat terkait rujukan ke faskes lanjutan (dalam hal ini, perlu adanya pembinaan kepada seluruh karyawan dalam personal branding dan melatih Komunikasi yang baik)
Komitmen Puskesmas dan Harapan untuk Tindak Lanjut
Kepala Puskesmas Durenan, dr. Singgih Wahyudi Priyo Utomo, dalam penutupannya menyampaikan apresiasi mendalam atas keterbukaan dan kontribusi aktif masyarakat. Beliau menegaskan bahwa hasil MMD ini bukan sekadar catatan, melainkan peta jalan yang harus ditindaklanjuti. Diharapkan, dengan adanya MMD ini, program Puskesmas akan semakin kuat akarnya di masyarakat, dan solusi yang diusulkan akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Keberhasilan pembangunan kesehatan di Durenan sangat bergantung pada peran aktif setiap warga, mulai dari pencegahan penyakit hingga pemeliharaan lingkungan yang sehat.
Pelayanan Publik